Jumat, 13 Agustus 2021

Num 17:1-13

 

Num 17:1  YEHOVAH berfirman kepada Musa:

Num 17:2  "Katakanlah kepada orang Israel dan suruhlah mereka memberikan kepadamu satu tongkat untuk setiap suku. Semua pemimpin mereka harus memberikannya, suku demi suku, seluruhnya dua belas tongkat. Lalu tuliskanlah nama setiap pemimpin pada tongkatnya.

Num 17:3  Pada tongkat Lewi harus kautuliskan nama Harun. Bagi setiap kepala suku harus ada satu tongkat.

Num 17:4  Kemudian haruslah kauletakkan semuanya itu di dalam Kemah Pertemuan di hadapan tabut hukum, tempat Aku biasa bertemu dengan kamu.

Num 17:5  Dan orang yang Kupilih, tongkat orang itulah akan bertunas; demikianlah Aku hendak meredakan sungut-sungut yang diucapkan mereka kepada kamu, sehingga tidak usah Kudengar lagi."

Num 17:6  Setelah Musa berbicara kepada orang Israel, maka semua pemimpin mereka memberikan kepadanya satu tongkat dari setiap pemimpin, menurut suku-suku mereka, dua belas tongkat, dan tongkat Harun ada di antara tongkat-tongkat itu.

Num 17:7  Musa meletakkan tongkat-tongkat itu di hadapan YEHOVAH dalam kemah hukum Elohim.

Num 17:8  Ketika Musa keesokan harinya masuk ke dalam kemah hukum itu, maka tampaklah tongkat Harun dari keturunan Lewi telah bertunas, mengeluarkan kuntum, mengembangkan bunga dan berbuahkan buah badam.

Num 17:9  Kemudian Musa membawa semua tongkat itu keluar dari hadapan YEHOVAH kepada seluruh orang Israel; mereka melihatnya lalu mengambil tongkatnya masing-masing.

Num 17:10  YEHOVAH berfirman kepada Musa: "Kembalikanlah tongkat Harun ke hadapan tabut hukum untuk disimpan menjadi tanda bagi orang-orang durhaka, sehingga engkau mengakhiri sungut-sungut mereka dan tidak Kudengar lagi, supaya mereka jangan mati."

Num 17:11  Dan Musa berbuat demikian; seperti yang diperintahkan YEHOVAH kepadanya, demikianlah diperbuatnya.

Num 17:12  Tetapi orang Israel berkata kepada Musa: "Sesungguhnya kami akan mati, kami akan binasa, kami semuanya akan binasa.

Num 17:13  Siapapun juga yang mendekat ke Kemah Suci YEHOVAH, niscayalah ia akan mati. Haruskah kami habis binasa?"